April 05, 2022

Catatan Ramadhan

TANGGAL 3 RAMADHAN WAFATNYA FATIMAH AZ-ZAHRA

Pagi Tanggal 3 Ramdhan Tahun 11 Hijriah, Fatimah Mandi Dan Berpakaian Baru, Kemudian Berbaring Di Tempat Tidur. Kepada Ali, Fatimah Berkata Bahwa Saat-saat Kematiannya Sudah Dekat.

Ali Pun Menangis, Namun Fatimah Menghibur Suaminya Agar Jangan Bersedih Dan Menjaga Anak-anak Mereka. Fatimah Juga Berpesan, Setelah Meninggal Nanti, Ia Tidak Ingin Di Kuburkan Dengan Upacara Pemakaman.

Lantaran Waktu Shalat Tiba, Ali Berangkat Ke Masjid. Saat Ali Tidak Ada, Fatimah Menghembuskan Nafas Terakhir. Kedua Putra Mereka, Hassan Dan Husain, Menyusul Ali Ke Masjid Untuk Mengabarkan Berita Duka Itu. Mendengar Istrinya Tiada, Ali Tak Sadarkan Diri.

Setelah Siuman, Ali Menuruti Pesan Terakhir Istrinya, Fatimah Di Kuburkan Secara Diam-diam Tanpa Upacara. Tidak Ada Warga Madinah Yang Tahu Selain Ali Dan Keluarga Terdekat.

Saat Ali Bin Abi Thalib Memasukkan Jenazah Istri Tercintanya Fatimah, Beliau Menangis Terisak-isak

Putranya Al Hasan Ra Pun Bertanya " Wahai Ayahku, Apa Yang Membuat Dirimu Menangis Sedemikian Rupa?"

Ali Lalu Menjawab "Wahai Putraku Al Hasan, Aku Teringat Pesan Kakek Mu Rasulullah ﷺ, Beliau Berkata Kepadaku : "Kelak Jika Putriku Fatimah Telah Tiada, Wahai Ali, Maka Akulah Yang Akan Pertama Kali Menerima Jasadnya Di Liang Lahat" 
Dan Demi Allah Aku Melihat Tangan Kakekmu Rasulullah Menerima Jasad Ibumu, Aku Melihat Rasulullah Mencium Wajah Ibumu, Fatimah"

Ali Lalu Berkata Lagi 
"Wahai Rasulullah, Kini Aku Kembalikan Amanah Yang Telah Engkau Berikan Ke Padaku. Aku Kembalikan Belahan Jiwa mu, Yang Setiap Engkau Rindu Akan Surga, Engkau Mencium Wajah Suci Putrimu,Fatimah"...

Maa syaa Allah,,,

اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ .✨


Maret 24, 2022

Profil Pelajar Pancasila


Kamis Menulis !!
Masih dalam tema besar bulan Maret, yaitu Profil Pelajar Pancasila, tema edisi kali ini masih terkait dengan salah satu profil pelajar Pancasila,,, (Mas Sucipto Ardi ).

Aaahhhkkk,,,Ternyata Aku sudah banyak tertinggal event KamisMenulis Komunitas Lagerunal dan saat ini sampai pada minggu ke empat bulan Maret. KamisMenulis hari ini mengusung tema dari salah satu dimensi Profil Pelajar Pancasila,,,Berkebinekaan global



Profil Pelajar Pancasila sesuai Visi dan Misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagaimana tertuang dalam dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024.

Pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dengan enam ciri utama: beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

Keenam ciri tersebut dijabarkan sebagai berikut:

1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia

Pelajar Indonesia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia adalah pelajar yang berakhlak dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. Ia memahami ajaran agama dan kepercayaannya serta menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupannya sehari-hari. Ada lima elemen kunci beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia: (a) akhlak beragama; (b) akhlak pribadi; (c) akhlak kepada manusia; (d) akhlak kepada alam; dan (e) akhlak bernegara.


2. Berkebinekaan global

Pelajar Indonesia mempertahankan budaya luhur, lokalitas dan identitasnya, dan tetap berpikiran terbuka dalam berinteraksi dengan budaya lain, sehingga menumbuhkan rasa saling menghargai dan kemungkinan terbentuknya dengan budaya luhur yang positif dan tidak bertentangan dengan budaya luhur bangsa. Elemen dan kunci kebinekaan global meliputi mengenal dan menghargai budaya, kemampuan komunikasi interkultural dalam berinteraksi dengan sesama, dan refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan.


3. Bergotong royong

Pelajar Indonesia memiliki kemampuan bergotong-royong, yaitu kemampuan untuk melakukan kegiatan secara bersama-sama dengan suka rela agar kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan lancar, mudah dan ringan. Elemen-elemen dari bergotong royong adalah kolaborasi, kepedulian, dan berbagi.


4. Mandiri

Pelajar Indonesia merupakan pelajar mandiri, yaitu pelajar yang bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya. Elemen kunci dari mandiri terdiri dari kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi serta regulasi diri.


5. Bernalar kritis

Pelajar yang bernalar kritis mampu secara objektif memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif, membangun keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisis informasi, mengevaluasi dan menyimpulkannya. Elemen-elemen dari bernalar kritis adalah memperoleh dan memproses informasi dan gagasan, menganalisis dan mengevaluasi penalaran, merefleksi pemikiran dan proses berpikir, dan mengambil Keputusan.


6. Kreatif

Pelajar yang kreatif mampu memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna, bermanfaat, dan berdampak. Elemen kunci dari kreatif terdiri dari menghasilkan gagasan yang orisinal serta menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal.


Profil Pelajar Pancasila ini dicetuskan sebagai pedoman untuk pendidikan Indonesia. Tidak hanya untuk kebijakan pendidikan di tingkat nasional saja, akan tetapi diharapkan juga menjadi pegangan untuk para pendidik, dalam membangun karakter anak di ruang belajar yang lebih kecil. Pelajar Pancasila disini berarti pelajar sepanjang hayat yang kompeten dan memiliki karakter sesuai nilai-nilai Pancasila. Pelajar yang memiliki profil ini adalah pelajar yang terbangun utuh keenam dimensi pembentuknya.


 



 




Maret 20, 2022

Kwarran Gerakan Pramuka Muara Lakitan Masa Bakti 2021-2024


Kwartir Ranting Gerakan Pramuka atau biasa disingkat Kwarran adalah satuan organisasi yang mengelola Gerakan Pramuka di tingkat kecamatan. Kwarran diketuai oleh seorang Ketua Kwartir Ranting (Ka Kwarran) yang dipilih melalui Musyawarah Ranting (Musran) untuk masa bhakti selama tiga tahun. Kwartir Ranting secara lebih luas adalah lembaga kepemimpinan kolektif di tingkat kecamatan yang diketuai seorang ketua yang dalam menjalankan tugas dan kewajibannya bertanggungjawab kepada Musyawarah Ranting Gerakan Pramuka. Organisasi inilah yang menjadi ujung tombak Gerakan Pramuka yang berhubungan langsung dengan pembinaan gugus depan dan satuan karya pramuka.

Dalam sambutan rapat perdana pada tanggal 18 Maret 2022 Kwaran gerakan pramuka Muara Lakitan Masa Bakti 2021-2024 Ketua Kwaran Gerakan Pramuka Muara Lakitan Kak Suyamto, S.Pd mengatakan bahwa "tugas pokok dan tanggungjawab sebagai pengurus organisasi pramuka tidaklah ringan, pasti akan menyita banyak waktu, tenaga dan pikiran yang harus dicurahkan, utamanya dalam pembentukan karakter calon generasi penerus bangsa". 

Saya selaku Majelis Pembimbing Gugus Depan MI Al Muhajirin Sidomulyo sangat berterima kasih sekali atas amanah yang di berikan kepada saya sebagai salah satu Pengurus Kwaran Gerakan Pramuka Muara Lakitan Masa Bakti 2021-2024. Pendidikan Pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib disekolah menjadi wadah pengembangan potensi diri agar memiliki akhlak mulia dan kecakapan hidup generasi muda. Semangat dan jiwa muda melakukan inovasi dalam membina kaum muda, menjadi yang terdepan dalam mengembangkan gerakan pramuka.

Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan.
Salam Pramuka,,,


Maret 03, 2022

Kekuatan Iman


Kalau merasa tak kuat,,,
Berdoalah,,,
Pasrahkan semuanya pada Allah 
Mintalah perlindungan PadaNya
Insyaallah,,,
Kau akan baik- baik saja.

Teruntuk semua masalah yang datang bertubi-tubi bagai peluru yang memburu. Aku mau bilang, terima kasih atas kehadiranmu. Kau menjadi tolak ukurku untuk melihat seberapa kuat aku kini. Seberapa tangguh aku agar tidak jatuh saat rapuh. Seberapa hebat tameng yang aku punya untuk melawan dentuman peluru yang melewatiku.

Sudah kodratnya semakin tinggi pohon semakin kuat angin menerpanya. Dan, sudah menjadi hukum alam pula bukan ? Pohon yang tinggi memiliki akar yang kuat.

Aku paham kini, hidup ini hanya permainan. Semakin tinggi levelnya, semakin berat pula rintangannya. Semakin banyak musuh nya, sehingga semakin besar pula usaha yang diperlukan untuk melawannya.

Dan sebuah permainan akan berakhir, akan berujung, akan selesai. Dengan kemenangan atau penyesalan.
Ya, tergantung pada power saat mengalahkan rintangannya. 

Teruntuk diriku yang sedang diterpa badai, jangan goyah, bersedih itu alami, tapi jangan larut hingga semangatmu mati. 

Jadikan masalahmu bagaikan layangan yang dulu senang kau mainkan ketika kanak- kanak di lapangan. Kau yang mengontrol, menarik ulur talinya hendak kemana kau arahkan. Yang apabila terlalu tinggi maka anginnya semakin kuat dan talinya semakin berat. Tapi kau berhasil menjadikan layanganmu indah, yang kau ceritakan dengan rasa bangga.

Jangan biarkan masalah membunuhmu perlahan. Kendalikan ia dan kau akan menang, levelmu akan baik, derajatmu akan maningkat. 

Semangaaaaaattttt,,,,

Kau bukan rapuh, kau tangguh. Jika kau merasa tersesat, ragu, atau memiliki tekanan, ingatlah selalu kepada Allah. Jangan terburu-buru melangkah, bernafaslah sejenak. Lakukan setiap langkah kehidupan secara perlahan. Kau akan menemukan hal penting yang mungkin terlewat. 
Dengan begitu kau akan menikmati setiap moment sebagai peluang baru untuk dijalani.

Ikutilah ritme kehidupanmu tanpa perlu membandingkan diri dengan orang lain.

Sekali lagi,,,

Semangaaattttt,,,,
 
Kau hebat, kau kuat,,,






Februari 17, 2022

Renjana Dalam Do'a


Renjana Dalam Doa

Aku mau...
Aku mau berjanji 
Akan selalu disampingmu
Aku juga mau...
Kamu berjanji selalu disisiku

Tapi...
Aku tidak mau
Aku tidak mau banyak berucap
Betapa aku mencintaimu

Aku juga tidak butuh 
Kata-kata manis tentang cinta darimu
Aku bukan anak remaja 
Yang selalu tergila gila dengan cinta

Aku tidak tahu
Bagaimana cara mencintaimu
Tapi...
Apakah cukup...
Bila aku selalu berdoa untuk mu
Hanya itu caraku ...
Menunjukan aku mencintaimu

Musi Rawas, 17 Februari 2022
#KamisMenulis


November 01, 2021

Apakah Saya Gagal ?




Menulis, bagi saya itu momok. Tapi bagi sebagian lainnya, merupakan aktivitas yang menyenangkan.

Ada banyak alasan, kenapa orang senang menulis. Tetapi tak kalah banyak alasan pula, kenapa saya berhenti menulis. Meski dalam berbagai kesempatan saya  menulis  juga.

Saya pernah memimpikan hal-hal besar terjadi pada diri saya dengan menulis. Saya ingin seperti Pak Dhe Susanto yang sangat kreatif menulis materi pembelajaran. Saya ingin seperti Pak Rizky  yang tulisannya sangat segar di baca meskipun menohok pembaca itu sendiri. Saya juga selalu memimpikan menjadi penulis hebat seperti Bapak Supadilah juaranya menulis, pengen laptop baru ikut lomba nulis, Masih banyak lagi penulis bergelar Master di grup Lagerunal. Saya ingin menjadi seperti mereka.

Untuk mewujudkan mimpi besar itu, saya membuat resolusi. Saya akan konsisten menulis, di akhir tahun nanti saya sudah punya buku yang diterbitkan.

Saya pernah mengikuti grup  belajar menulis yang diasuh oleh penulis hebat Indonesia. Peserta dianggap lulus dan mendapatkan sertifikat jika membuat resume materi kurang lebih 20 judul dan resume tersebut akan diterbitkan menjadi sebuah buku. Saya menanyakan kepada admin grup kriteria buku yang layak diterbitkan ?

Mereka membalas, minta saya mengirimkan naskahnya. Di situlah  masalahnya, naskah itu belum saya buat. Saya baru merencanakannya.

Apakah saya tidak menulis sama sekali,,?Jangan berprasangka dulu. Saya tetap menulis, tetapi temanya beragam. Tidak mendukung untuk dijadikan sebuah buku. Seandainya dibukukan pun, saya ragu  apakah buku itu nantinya layak dibaca orang.

Saat ini saya masih seperti sebelumnya. Memimpikan diri  menjadi penulis hebat.

Ditengah resolusi, saya bikin resolusi baru. Penulis puisi, saya ingin piawai menulis puisi. Saya bergabung dengan grup Belajar Puisi. Disana ada penulis hebat Ibu Aam Nurhasaha, bunda Astutiana, Bunda Kanjeng, Bunda Sumarjiyanti dan masih banyak lagi penulis hebat lainnya, menulis buku nanti saja, pelan-pelan, nanti juga kelar sendiri. Jadi tidak bisa disebut pindah haluan kan?. Apa yang terjadi selanjutnya ? Ditengah perjalanan belajar menulis puisi, saya berhenti mengikuti materi tanpa sebuah alasan apapun. Saya betul-betul telah gagal.

Sebentar lagi akhir tahun, resolusi masih tetap resolusi untuk tahun berikutnya. Lumayan sih, tidak perlu mikirin resolusi baru. Demikian juga nasibnya resolusi di tengah resolusi.

Menulis sambil mikirin hal lain yang bukan bagian dari apa yang ingin dituliskan itu berat. Tulisan jadi tidak fokus, apalagi konsisten, jauh, kebanyakan mikir, saya malah tidak menulis apa-apa.

Jika hari ini saya masih menulis, itu  karena saya kangen menyapa teman-teman Lagerunal. Sepertinya, saya hanya perlu motivasi sederhana untuk menulis dan menekuninya.

September 10, 2021

Gudep 03-199/03-200


Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka (Mabigus)

Hak dan Kewajiban Majelis Pembimbing
  1. Majelis  Pembimbing  Gerakan  Pramuka  adalah  suatu  badan  dalam Gerakan Pramuka  yang  memberi  bimbingan,  bantuan  moril, organisatoris,  materiil  dan finansiil  kepada  Gugusdepan,  Satuan Pramuka,  Kwartir  Gerakan  Pramuka  dari tingkat Nasional sampai dengan Kwartir Ranting.
  2. Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka yang diangkat dan telah dilantik sekurangkurangnya telah mengikuti Kursus Orientasi Gerakan Pramuka.
  3. Pelantikan  anggota  Majelis  Pembimbing  dilakukan  oleh  Ketua Kwartir jajaran diatasnya  dengan  TRI  SATYA  dan  menanda  tangani  IKRAR, kecuali  Ketua Majelis Pembimbing Nasional yang dijabat oleh Presiden Republik Indonesia. 
  4. Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka adalah anggota Pramuka dewasa Gerakan Pramuka  yang  berhak  mendapatkan Kartu Tanda  Anggota,  berseragam  Pramuka dan berhak menjadi anggota Dewan Kehormatan dijajaran ( Bab V pasal 40 butir 2 Anggaran  Rumah  Tangga  Gerakan  Pramuka  ).  Dapat  menjadi  Badan  Pemeriksa Keuangan dijajarannya ( Bab VIII pasal 69 butir 1 dan 2 Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka ).
  5. Susunan  Majelis  Pembimbing  Gugusdepan,  Ranting,  Cabang,  Daerah dan Nasional  berasal  dari  unsur-unsur  tokoh  masyarakat  pada masing-masing tingkatan  yang  memiliki  perhatian  dan  rasa tanggungjawab  terhadap  Gerakan Pramuka serta mampu menjalankan peran Majelis Pembimbing.
  6. Majelis Pembimbing Gugusdepan berasal dari unsur-unsur orang tua peserta didik dan  tokoh  masyarakat  dilingkungan  Gugusdepan,  yang  memiliki  perhatian  dan rasa tanggungjawab terhadap Gerakan Pramuka serta mampu  menjalankan peran Majelis Pembimbing.
  7. Majelis Pembimbing terdiri atas :
    1. Seorang Ketua
    2. Seorang atau beberapa orang Wakil Ketua
    3. Seorang atau beberapa orang Sekretaris
    4. Beberapa orang anggota.
  8. Majelis Pembimbing membentuk Majelis Pembimbing Harian terdiri atas :
    1. Seorang  Ketua  yang  dijabat  oleh  Ketua  Majelis  Pembimbing atau  salah seorang dari antara Wakil Ketua.
    2. Seorang Wakil Ketua.
    3. Seorang Sekretaris.
    4. Beberapa orang anggota.
  9. Pembinaan  Gugusdepan  dan  Ketua  Kwartir  Gerakan  Pramuka  secara  ex-offisio menjadi anggota Majelis Pembimbing.
  10. Nama dan Pengurus Majelis Pembimbing :
    1. Majelis  Pembimbing  Nasional  disingkat  MABINAS  yang  dijabat oleh Presiden Republik Indonesia, sebagai Ketua Mabinas / Ketua Mabinas.
    2. Majelis Pembimbing Daerah disingkat MABIDA yang dijabat oleh Gubernur / Kepala Daerah sebagai Ketua Mabida / Ka. Mabida. 
    3. Majelis Pembimbing Cabang disingkat MABICAB yang dijabat oleh Bupati / Walikota / Kepala daerah sebagai Ketua Mabicab yang disingkat Ka. Mabicab
    4. Majelis Pembimbing Ranting disingkat MABIRAN yang dijabat oleh Camat, sebagai Ketua MABIRAN yang disingkat Ka. Mabiran.
    5. Majelis Pembimbing Desa / Kelurahan disingkat MABISA yang dijabat oleh Kepala  Desa  /  Lurah  sebagai  Ketua  MABISA  yang  disingkat  Ka.  Mabisa. Sedang KORSA adalah Koordinator desa yang dapat dijabat atau dipilih dari Pembina Gugusdepan di wilayah yang bersangkutan.
  11. Majelis  Pembimbing  Gugusdepan  disingkat  MABIGUS  yang  dijabat oleh orang  tua  peserta  didik  atau  tokoh  masyarakat  disekitar Gugusdepan  yang dipilih secara musyawarah bersama para Pembina Gugusdepan sebagai Ketua 

MABIGUS disingkat Ka. MABIGUS.
Selama  ini  Ka.  Mabigus  dijabat  oleh Kepala  Sekolah,  terutama Gugusdepan yang berpangkalan di Sekolah.
  1. Tata Kerja Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka
    1. Mengadakan rapat Majelis Pembimbing sekurang-kurangnya sekali dalam waktu satu tahun.
    2. Majelis  Pembimbing  Harian  sekurang-kurangnya  mengadakan  rapat  Majelis Pembimbing Harian tiga bulan sekali.
    3. Sidang-sidang Majelis Pembimbing disesuaikan dengan kebutuhan dan ditentukan oleh Ketua Majelis Pembimbing ( Bab IX pasal 70 butir (3) ) Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.
    4. Mengadakan  hubungan  timbal-balik  secara   periodik  dengan  Gugusdepan  dan Kwartir yang bersangkutan.
    5. Majelis Pembimbing ikut aktif dalam musyawarah Gerakan Pramuka dijajarannya.
  2. Fungsi Majelis Pembimbing Gerakan PramukaMajelis Pembimbing Gerakan Pramuka mempunyai tiga fungsi pokok: 
    1. Fungsi Bimbingan
      1. Bimbingan  yang  mengandung  makna  :  tuntunan,  pengarahan,  saran  dan nasehat.
      2. Majelis  Pembimbing  ikut  menentukan  arah  kegiatan  Kepramukaan, mengoreksi segala penyimpangan di Kwartir maupun di Gugusdepan terhadap ketentuan-ketentuan  dalam  Anggaran  Dasar  dan  Anggaran  Rumah  Tangga Gerakan Pramuka.
    2. Fungsi PartisipasiMajelis  Pembimbing  selalu  berpartisipasi  aktif  dalam  segala kegiatan  dalam usahanya memberi pembinaan peningkatan dan pengembangan Gerakan Pramuka secara  aktif  berusaha  mengatasi  kesulitan  dan  hambatan  yang  dihadapi  oleh Kwartir atau Satuan-satuan Pramuka di Gugusdepan.
    3. Fungsi Bantuan
      1. Majelis  Pembimbing  dalam  usahanya  mendukung  Gerakan pramuka mengusahakan  fasilitas-fasilitas,  moril,  finansiil,  maupun  materiil  yang diperlukan oleh Kwartir atau Satuan-satuan Pramuka di Gugusdepan.
      2. Mengadakan  kerjasama  dengan  tokoh-tokoh  masyarakat untuk  memperoleh pengertian, dukungan, bantuan dan kepercayaan masyarakat.

Jangan Biarkan Ibu Berkata Terserah

Ibuku tidak tidur. Dia merasa lelah. Dia mudah tersinggung, pemarah, dan pahit. Dia selalu sakit sampai suatu hari, tiba-tiba di...