Februari 11, 2021

Terima, Sadari, Perbaiki

Aku cinta padamu, menerima mu apa adanya dan tidak ada yang tidak mungkin sementara keyakinan itu selalu ada, tanpa alasan, begitu saja. Ada rasa yang damai yang datang tanpa diundang, hingga tanpa sadar kuletakkan namamu pada urutan paling pertama dalam doa-doaku, meminta ketetapan hati hanya untukmu.

Ada cinta yang sampai kini masih terus kutumbuhkan. Sebab, memberi hati kepadamu pada awalnya hanya terpikirkan “kenapa sih kamu?”.
Selalu saja ada jalannya jika memang niatan awalku mencintaimu adalah untuk menuju sebuah pernikahan yang suci dan mulia. Sebab aku sudah mengerti semua hal perlu alasan, termasuk muara atas keinginanku ini.

Termasuk aku pun sudah menjawab banyak pertanyaan tentang mengapa akhirnya kita dipertemukan, bahwa cintaku padamu memang Tuhan izinkan, sebab aku telah tiba pada titik mengakhiri masa muda, dan memilihmu sebagai satu-satunya yang aku ingin menua bersama.

Aku sadar tidak ada gading yang tak retak adalah peribahasa yang menunjukkan bahwa setiap orang bisa berbuat salah. Baik itu disengaja ataupun tidak. Maafkanlah segala kesalahan. Aku sering menyakitimu. Mungkin karena ku tak paham tuk tunjukkan perasaanku dan juga cintaku.

Kau selalu tahu itu, aku orang yang egois
Maaf…
Maafkanlah aku yang egois
Sadar diri  membuat aku introspeksi. Setiap jiwa tentunya memiliki kekuarangan dan kelebihan.
Dengan segenap keegoisanku kau selalu memaafkan aku.

Aku akan jadi lebih baik, berawal dari setitik kebaikan tergoreslah berjuta kata indah penyejuk hati
Akan lebih baik jika aku dapat selalu memperbaiki diri dalam setiap tempo berlalu dengan pengabdianku guna memberikan cahaya terang.

Terima kasih untuk semua lelah dan keringat yang kau keluarkan demi memberikan aku kehidupan agar tetap bisa memberikan apa yang memang sangat pantas aku terima.

Meskipun tidak ada kata romantis yang kau ucapkankan, tapi aku tahu cintamu  begitu besar. Pengorbanan dan cara kau menjagaku hingga saat ini sudah cukup untuk membuktikan semua itu. Sudah sejauh ini kau memberikan hidupmu untukku, denganmu aku bisa belajar untuk berusaha menjadi yang terbaik, Terima kasih suamiku.

#KamisMenulis

31 komentar:

  1. Aku terima aku sadari dan aku perbaiki aku ingin menua bersamamu maaf atas segala ke egoisanku

    BalasHapus
  2. Semangat Bu memperbaiki diri agar semakin terang cahaya yang dikeluarkan...

    BalasHapus
  3. Bunda... tulisannya keren... Rupanya ada yg lagi cie... cie... cie... Semoga ada jalannya bisa bersatu

    BalasHapus
  4. Nastalgia nih kayanya ide tulisannya.
    Hihihihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener pak indra,,,nostalgia awal jumpa sama ayahnya anak-anak

      Hapus
  5. Balasan
    1. Suka duka mengayuh biduk rumah tangga

      Hapus
    2. Suka duka mengayuh biduk rumah tangga

      Hapus
  6. asyikbacanya bu. saya baca dari awal sampai akhir. Menyentuh rasa bu.

    BalasHapus
  7. Mantaap bu Yusni.. cinta yg indah bs saling terima apa adanya..

    BalasHapus
  8. Iya bunda,,,menerima kekurangan dan saling melengkapi

    BalasHapus
  9. Bernostalgia dengan ungkapan yang indah. Mantap Bu Yusni.

    BalasHapus
  10. So sweet. Titik tertinggi saling mencintai yaitu ikhlas menerima kekurangan pasangan. Inspiratif, Bu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ihklas menerima kekurangan,,,Terima kasih Mazmo

      Hapus
  11. Mantap untuk saling membnka diri memperbaiki diri

    BalasHapus
  12. Cie cie bu Yusni romantis juga loh..dan tentunya manis... He he he..

    BalasHapus

Ayo Sekolah Di Madrasah

Mengapa harus sekolah di Madrasah ???  Menurut Kementerian Agama, ada 7 alasan mengapa kita harus memilih sekolah di madrasah, k...