September 08, 2022

Yogyakarta

Kapan ke Jogja,,
Aku sering mendengar cerita tentang Jogja
Yang katanya akan membuat hati siapapun  terpaut jika pernah kesana
Ada milyaran  untaian memory yang terlukis di kota itu 
Hingga suatu saat kau ingin kembali dan mengulang kenangan itu

Kapan ke Jogja,,,
Dialah metropolitan yang menawarkan hasrat menenangkan, pedagang-pedagang Malioboro yang tersenyum ramah tamah
Tikar dan jagung bakar yang mengitari beringin kembar, serta embun-embun yang bercinta dengan pucuk daun di pinggir jalan. 

Kapan ke Jogja,,,
Aku ingin makan lesehan sambil menikmati musik Angklung di jalan Malioboro
Menikmati keramahan kota gudeg 
Riuh suasana tugu jogja, Taman Sari, Pantai Parang Tritis, Pantai Depok dan bukit Paralayang adalah sekelumit keindahan negeri Jogja yang ingin sekali aku singgahi

Kapan ke Jogja,,,
Dari cerita yang aku dengar
Aku tahu mengapa Jogja disebut kota istimewa
Iyaa,,,Jogja itu bagaikan candu dengan romantisme kotanya yang selalu dirindukan oleh pelancong yang menyinggahinya

Kapan ke Jogja,,,

Agustus 20, 2022

Coba Lagi

Bu anaknya berapa? 
Alhamdulillah 4 perempuan semua... 
Waah  satu lagi ya coba, sapa tau laki-laki biar sempurna yaaa... 
Sambil berlalu seolah saya perlu dikasihani.. 

Mbak, kemarin lahiran lagi to? Laki atau perempuan? 
Alhamdulillah perempuan bu... 
Wah jadi 4 semua perempuan ?
Gapapa... Nanti taun depan coba lagi... Siapa tau laki laki  yaaa... 
Saya hanya bisa senyum,,,


Bu... 
Ada keluarga yang Allah beri anak 1..hanya satu satunya...

Ada yang Allah beri anak laki laki dan perempuan... 

Ada yang Allah beri anak banyak semuanya perempuan... 

Ada juga yang Allah beri anak banyak semuanya laki laki.. 

Bahkan ada wanita mulia sepanjang masa tapi tidak Allah beri anak...

Kita bisa apa? 

Udah lah.. Ga usah basa basi dengan kalimat 'tambah lagi, siapa tau dapet yang dipengen'... 
Hidupku itu sudah merasa sangat bahagia dan sempurna, meskipun anak banyak dengan gender yang sama, tapi dengan kata kata yang keluar seolah mengasihani itu, malah bikin saya gregetan,,,

Coba kita ganti yu, basa basi nya dengan doa... 
Misal.. 

Waaah... Alhamdulillah ya bu, semoga anak anaknya jadi wanita pendidikan generasi terbaik ya bu, InsyaAllah enak anak perempuan mah mudah diajak kerjasama urusan rumah ya bu.. Biasanya cepat tanggap dan bisa diandalkan kalau kita lagi riweuh sama adek bayi ya bu.. 



Atau

Yaaa InsyaAllah anaknya jadi hafidz semua ya buu... Enak kalau laki laki semua gini, ibunya punya banyak mahrom yang bisa diajak safar kalau suaminya lagi ga bisa ya bu... 

Nah kan lebih enak.. 
Jangan baru juga ketemu terus udah nyuruh nambah anak lagi dengan menganggap saya kurang bahagia karena tidak Allah karuniakan anak yang sepasang... 
Jangan gitu ah.. 
Just say a better word to anyone,,,

Allah Maha Tahu keadaan yang terbaik bagi semua HambaNya... 
Yang saya butuh doa dan support,
Sebagaimana kita ingin diperlakukan, maka perlakukan orang lain dengan lebih baik.. 

Wallohua'lam





Juli 02, 2022

Definisi Gelas Pecah


Seorang suami menyesal setelah berpisah dengan istrinya, lalu dia menelpon istri tercinta.
 
"Sayang, maafkan aku. Aku mau rujuk padamu."

Istrinya menjawab, "Di dekatmu ada gelas?"

Suami : "Hah, gelas, buat apa? Tidak ada. Kenapa emangnya?"

Istri : "Kalau begitu pergi ke dapur dan ambil sekarang...", dengan nada sedikit emosi.

Suami : "Kayaknya kamu udah gak beres. Tapi demi kamu gak apa-apa, aku ambilkan sayang..."

Setelah si suami mendapatkan gelasnya dia bilang "UDAH SAYANG, UDAH DAPET GELASNYA" trus digimanain?

Istri : "Lemparkan gelas itu ke lantai", sedikit membentak.

Suami : "Oke...oke...Sudah ayah lempar sekeras-kerasnya ke lantai sayang."

Istri : "Sekarang kembalikan gelas itu seperti semula, gak mungkin bisa kan? 
Begitu juga hatiku..."

Suami : "Gelasnya tidak pecah sayang..., karena gelas plastik."

Istri : "Iiiiiih...,  sebel deh...,  ya 
udah cepetan jemput aku. 
Jgn lupa ajak aku belanja ya...., udah keluar kan gaji nya?

Suami : 😁😅😂


 #JanganLupa..
memperbanyak gelas plastik di rumah
😂😂😂😂


Juni 09, 2022

Dear Masa Kecilku

Teruntuk waktu dimana aku terbangunkan mentari. Yang berbisikkan suara lembut nan merdu sang malaikat hati tak bersayap. Yang terus menjamu dan menyapa disetiap pagiku. Hingga terbangun dan berkata " Iyah suamiku aku telah bangun dari tidurku".

Sejenak kubuka mataku dan terlihat cerminpun mulai menampakkan banyangannya. Tampaknya aku telah termakan waktu yang begitu cepat berlalu. Tubuhku yang semakin melebar, suaraku yang semakin berat mengema dan usiaku yang semakin menua. Tersadarkan diri dengan linangan airmata. Jujur aku merindukan masa kecilku.

Dear masa kecilku,,,
Rasanya aku ingin kembali padamu. Rindu masa dimana tak kenal kata beban. Rindu masa dimana tak kenal gengsi. Rindu masa dimana bermain adalah rutinitas. Banyak hal yang bisa membuat bahagia. Meski dengan cara- cara yang sederhana. Sederhana sangat sederhana. Sederhana memanjat pohon lalu melompat bebas ke sungai. Sederhana bermain lompat tali di pelataran rumah. Sederhana bermain sepeda keliling kampung bersama teman.




Dear masa kecilku,,,
Kamu memang sangat kurindukan saat ini. Kamu adalah waktu dimana aku tak pernah takut jatuh ketika berlari di pematang sawah. Waktu dimana logika tak perlu diandalkan ketika mengusir burung pipit memakan padi yang mulai menguning. Waktu dimana rasa sakit hanya sebatas lecet di tumit kaki saat mengiring kerbau ke padang rumput. Kamu adalah masa dimana aku tak pernah malu meneteskan air mata ketika lupa mengerjakan tugas sekolah. Kamu adalah masa dimana jeritan emak kuanggap sebagai senjata untuk memaksaku pergi mengaji di surau. Seandainya aku mampu membujuk waktu, akanku pinta ke masa lalu. Bermain dan berimajinasi sesuka hati.

Dear masa kecilku,, 
Dulu saat usia masih bisa dihitung dengan jari, aku sering bercita-cita segera menjadi orang dewasa. Dan aku sudah berada disini menapaki setiap momen dalam kehidupan yang dulu aku idam-idamkan. Merasakan dianggap orang dewasa yang mana pendapatnya selalu didengarkan. Tapi apakah semua seindah yang dibayangkan ? Benar,,, ternyata menjadi dewasa tak semudah itu. Menjadi dewasa memaksaku untuk pandai memecahkan persoalan rumit tanpa cemas berlebihan. Berlahan aku menyadari bukan kehidupan tanpa sebuah proses.

Dear masa kecilku,,,
Meski memori indah tak akan pernah kembali, kamu tetap akan senantiasa terpatri dalam hati.
 

KamisMenulis





April 07, 2022

Catatan Ramadhan


DOA IBU LEBIH MULIA DARI DO'A ULAMA BESAR!.

Di Hadramaut (Yaman), Setiap orang yang datang menghadap Habib Salim atau Habaib Sepuh yang Alim di Tarim, Untuk minta di doakan, Selalu mendapat pertanyaan yang sama.

"Apakah kamu masih memiliki permata (Ibu) di rumahmu?".
Jika jawabnya, "Masih", Maka beliau dengan halus mengatakan, "Tahukah, Bahwa doa ibu untukmu, Lebih mulia dan makbul dari pada doa seseorang wali besar sekalipun!".

Rasulullah ﷺ bersabda, "Orang tua adalah pintu syurga yang paling tengah, Maka jangan sia-siakan pintu itu atau jagalah ia!".
(HR. At-Tirdmidzi).

Ibu adalah pintu surga bagi anak-anaknya dan Ayah adalah jembatan menuju kepada-nya. Air susu ibu yang kita minum adalah saripati makanan hasil jerih payah, Keringat ayah yang mencari nafkah untuk keluarga. Karena itu muliakan mereka, Mau keluar rumah? Jangan lupa cium tangan ibu dan ayah.

Bila kita sudah bekerja/berkeleluarga, Atau tidak tinggal serumah. Sering-seringlah mengunjunginya. Bila tidak memungkinkan, Telponlah, Agar hatinya ridha, Atas seluruh jerih payah dan setiap tetesan susu yang telah menjadi darah daging kita.

Setidaknya, Memberikan perhatian kepada-nya di masa tua-nya. Jangan melawannya, Kesuksesan kita dalam belajar, Dalam bekerja, Tdak terlepas dari doa orang tua kita (ibu dan ayah). Perbaikki hubunganmu dengan ibumu, Dirimu akan mendapatkan ketenangan dan kedamaian.

Doa ibu menembus langit ke-7, Tidak terhalang oleh apapun. Muliakanlah ibumu, Surga menantimu. Semoga Allah Ta'ala Meridhai dan selalu memberikan rahmat dan barokah kepada kedua orang tua, Dan keluarga kita tercinta!.
آمِّيْنَ آمِّيْنَ آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.

(Al Imam Al Arifbillah Al Qutb Ass Sayyiddil Sulthonul Ilm' Al Habib Salim bin Muhammad bin Abdullah Asy Syhatirry). 
dakwah Warosatul anbiya

اللّهــــمّ صلّ علی سيّـــــدنا محمّـــــد وعلی آل سيّـــــدنا محمّـــــد

Ngaji Bareng Washiyatul Musthofa I
#KamisMenulis

Catatan Ramadhan


Bismillahirrohmanirrohim.
Cinta itu Mahabbah & Mahabbah itu Suci.
Cinta yang suci itu adalah sesuatu yang selalu mengingatkan kita tentang Allah.

Cinta yang nyata dan hakiki itu berupa kekuatan yang membuat amal dan ibadah kita menjadi semakin kuat, semakin taat serta semakin taqwa kepada Allah.

Cinta yang berkah dan penuh rahmat itu ketika iman kita semakin kuat, akhlak kita semakin tinggi dan adab kita semakin baik.

Cinta yang tulus dan murni itu adalah buah dari kesabaran dan keikhlasan yang tiada batas.

Cinta itu bukan sebatas kata-kata.

Cinta itu bukan rayuan pulau kelapa.

Cinta itu bukan khayalan yang tiada nyatanya.

Cinta itu bukan hiasan bibir dan omong kosong  belaka.

Cinta itu bukan hanya mau karena bahagia saja.

Cinta itu bukan silau karena harta benda.

Cinta itu bukan terpukau karena wajah yang rupawan atau paras yang mempesona.

Cinta itu bukan karena kenyamanan dan kesenangan saja.

Cinta itu niat kemauan dan tanggung jawab dalam wujud perbuatan yang nyata.

Cinta itu sebuah keyakinan.

Yakin ketika bersamanya hati dan hidupmu merasa aman dan jiwamu menjadi tenang, karena selalu melibatkan Allah dalam segala keadaan.

Yakin setelah hidup bersama dengannya, semua amal dan ibadahmu menjadi semakin baik dan semakin kuat serta semakin taat dan semakin taqwa kepada Allah.

Yakin ketika menghabiskan sisa umur bersama dengannya dalam suka maupun duka, diri dan hatimu menggapai kebahagiaan dan keselamatan lahir maupun batin di dunia dan di akhirat.

Meski dalam Cinta tidak selamanya seindah yang di bayangkan.

Dalam Cinta ada banyak perjuangan dan perjalanan panjang penuh liku yang harus di lalui bersama dengan segala kesabaran dan keikhlasan.

Karena perjuangan dalam Cinta bukanlah ketika mampu mendapatkan melainkan mampu mempertahankan sampai akhir ( dunia akhirat ).

Tetap bertahan penuh kesabaran dan keikhlasan meskipun dalam keadaan dan kondisi yang tersulit atau bahkan yang tersakit sekalipun.

Karena Cinta dan Rahmat Allah seringkali hadir dalam bentuk penderitaan dan kesengsaraan di awal dan di tengah perjalanan Cinta itu sendiri.

Siapa saja yang bersungguh-sungguh dan benar-benar tulus serta murni dalam bercinta, maka dialah pemenang sejatinya sampai di akhir nanti.

Jika yang terjadi adalah sebaliknya, yaitu kenyamanan dan kebahagiaan yang semu tanpa arah tujuan yang pasti, yang pada akhirnya membawa penderitaan dan kesengsaraan yang semakin menjauhkanmu dari Allah hal itu bukanlah Cinta.

Melainkan nafsu syetan yang sangat lembut dan halus di awalnya, namun menghancurkan di akhirnya yang telah membuatmu terlena dalam ketidak sadaran dirimu karena nafsumu sendiri.

SELAMAT BERCINTA
"SYAIR PARA SUFI"
BERCINTA KARENA ALLAH.
Ngaji Bareng Washiyatul Musthofa I

April 05, 2022

Catatan Ramadhan

TANGGAL 3 RAMADHAN WAFATNYA FATIMAH AZ-ZAHRA

Pagi Tanggal 3 Ramdhan Tahun 11 Hijriah, Fatimah Mandi Dan Berpakaian Baru, Kemudian Berbaring Di Tempat Tidur. Kepada Ali, Fatimah Berkata Bahwa Saat-saat Kematiannya Sudah Dekat.

Ali Pun Menangis, Namun Fatimah Menghibur Suaminya Agar Jangan Bersedih Dan Menjaga Anak-anak Mereka. Fatimah Juga Berpesan, Setelah Meninggal Nanti, Ia Tidak Ingin Di Kuburkan Dengan Upacara Pemakaman.

Lantaran Waktu Shalat Tiba, Ali Berangkat Ke Masjid. Saat Ali Tidak Ada, Fatimah Menghembuskan Nafas Terakhir. Kedua Putra Mereka, Hassan Dan Husain, Menyusul Ali Ke Masjid Untuk Mengabarkan Berita Duka Itu. Mendengar Istrinya Tiada, Ali Tak Sadarkan Diri.

Setelah Siuman, Ali Menuruti Pesan Terakhir Istrinya, Fatimah Di Kuburkan Secara Diam-diam Tanpa Upacara. Tidak Ada Warga Madinah Yang Tahu Selain Ali Dan Keluarga Terdekat.

Saat Ali Bin Abi Thalib Memasukkan Jenazah Istri Tercintanya Fatimah, Beliau Menangis Terisak-isak

Putranya Al Hasan Ra Pun Bertanya " Wahai Ayahku, Apa Yang Membuat Dirimu Menangis Sedemikian Rupa?"

Ali Lalu Menjawab "Wahai Putraku Al Hasan, Aku Teringat Pesan Kakek Mu Rasulullah ﷺ, Beliau Berkata Kepadaku : "Kelak Jika Putriku Fatimah Telah Tiada, Wahai Ali, Maka Akulah Yang Akan Pertama Kali Menerima Jasadnya Di Liang Lahat" 
Dan Demi Allah Aku Melihat Tangan Kakekmu Rasulullah Menerima Jasad Ibumu, Aku Melihat Rasulullah Mencium Wajah Ibumu, Fatimah"

Ali Lalu Berkata Lagi 
"Wahai Rasulullah, Kini Aku Kembalikan Amanah Yang Telah Engkau Berikan Ke Padaku. Aku Kembalikan Belahan Jiwa mu, Yang Setiap Engkau Rindu Akan Surga, Engkau Mencium Wajah Suci Putrimu,Fatimah"...

Maa syaa Allah,,,

اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ .✨


Jangan Biarkan Ibu Berkata Terserah

Ibuku tidak tidur. Dia merasa lelah. Dia mudah tersinggung, pemarah, dan pahit. Dia selalu sakit sampai suatu hari, tiba-tiba di...